Belajar menjadi orang tua bijak, agar keluarga kokoh dan menjadi madrasah pertama bagi anak di tengah dunia yang terus berubah
MENUMBUHKAN IMUNITAS REMAJA DI ERA DIGITAL
Hukum Berinteraksi dengan LGBT (atau Istilah Lain yang Semakna) dan Audio Jawaban atas Pegawai HAM
Tasyabbuh iaitu perbuatan lelaki ataupun wanita dengan sengaja meniru jantina yang berbeza dari segi pertuturan, tingkah laku, perbuatan atau berpakaian tanpa mempunyai keperluan yang dibenarkan oleh syarak seperti pendidikan, penyaksian atau pemberian keterangan dan seumpamanya.
Hukum tasyabbuh ini adalah haram dan termasuk di dalam dosa besar yang dilaknat oleh Allah SWT seperti di dalam hadis Nabi SAW daripada Ibn Abbas r.a :
لَعَنَ رَسولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ الْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بالنِّسَاءِ، والْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بالرِّجَالِ
Terjemahannya : Rasulullah SAW melaknat orang lelaki yang menyerupai wanita dan orang wanita yang menyerupai lelaki. (HR al-Bukhari)
BENCANA PORNOGRAFI & LGBT
Founder LSM Kita dan Buah Hati
REMAJA TANGGUH MENGENALI IDENTITAS SEKSUAL
Judul : SAAT AKU DAN KAMU BERBEDA
Anak-anakku yang baik, kalian semua pasti tahu bahwa manusia diciptakan sebagai laki-laki dan perempuan. Tapi menjadi membingungkan ketika sejumlah orang mengidentifikasi diri mereka dengan identitas lain seperti lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).
Buku yang disusun oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga untuk memberikan informasi kepada kalian tentang isu-isu terkait identitas seksual, mengapa ada orang yang memiliki orientasi seksual yang berbeda, bagaimana seharusnya sesuai norma, budaya dan agama, apa yang bisa kalian lakukan jika menemui kasus seperti itu.
Ucapan terima kasih saya ucapkan kepada penyusun dan kontributor lain buku ini, termasuk anak-anak yang ikut memberi masukan terkait keterbacaannya. Selamat membaca.
رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلْإِيمَـٰنِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٌۭ رَّحِيمٌ
Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.